Gua Pindul Gunung Kidul | Cave Tubing

gua pindul gunung kidul

Gua Pindul Gunung Kidul merupakan tempat atraksi wisata cave tubing yang sangat menarik. Walaupun kegiatan menyusuri sungai menggunakan ban pelampung atau body rafting merupakan kegiatan yang banyak ditemukan di tempat wisata. Namun, menyusuri sungai di dalam gua bawah tanah menawarkan sensasi yang berbeda. Kegiatan ini dinamakan cave tubing. Konon, kegiatan ini hanya bisa dinikmati di 3 (tiga) tempat di seluruh dunia, yaitu Belize Amerika Tengah, New Zealand dan Gunung Kidul Yogyakarta.

Gunung Kidul selama ini dikenal sebagai kawasan yang tandus dan berkapur atau karst. Ternyata dibalik itu semua, terdapat obyek wisata menarik cave tubing yang tidak ada duanya di Indonesia. Kegiatan wisata ini tengah naik daun. Banyak liputan baik dari media nasional ataupun internasional yang datang ke tempat ini. Dari beberapa tempat yang ada, gak ada salahnya anda mencoba yang satu ini : Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Selama 45 menit perjalanan menyusuri gua, sekitar 350 meter, anda akan diajak melewati 3 (tiga) zona yang berbeda, yaitu zona terang, zona remang-remang dan zona gelap abadi. Di zona terang kita dapat melihat keindahan stalagmit dan stalagmit berusia ratusan tahun yang masih aktif (dilihat melalui tetesan air dari ujung stalagmit dan stalagtit). Bentuk keduanya menjadi semakin beragam ketika kita memasuki zona remang.

Mendekati zona gelap pencahayaan hanya bergantung kepada sinar lampu pemandu. Bagian terakhir zona ini kita akan disuguhi stalagtit raksasa yang besarnya hampir menutupi gua. Luar biasa.

Selama perjalanan penyusuri gua, pemandu akan dengan terampil bercerita mengenai Gua Pindul ini. Seperti adanya stalagtit batu perkasa yang dikisahkan akan menambah keperkasaan para pria hanya dengan menyentuhnya, atau mitos tetesan air mutiara di dinding stalagtit yang konon bisa membuat awet muda yang meminumnya. Ragam stalagtit di Gua Pindul Gunung Kidul ini semakin lengkap dengan adanya bebunyian yang mengeluarkan bunyi gong atau gamelan pada saat dipukul.

Selain stalagtit dan stalagmit, tercapat pula bekas kotoran kelelawar yang berwarna mencolok di atap gua. Seringkali juga terlihat kelelawar yang sedang menggantung di beberapa tempat. Di ujung perjalanan, kita bisa berenang atau beristirahat di kolam besar. Disini kita bisa terjun dari ketinggian 2-3 meter dari tebing sungai. Apabila cuaca sedang cerah, terobosan sinar matahari dari celah di atap membuat suasana sungguh indah.

Pengalaman cave tubing di Gua Pindul Gunung Kidul ini bisa dinikmati dengan membayar biaya sebesar 25,000rp – 30,000rp per orang. Biaya ini sudah termasuk jasa pemandu, jaket keselamatan, sepatu dan asuransi. Dari Yogyakarta, Gua Pindul bisa dicapai dengan transportasi darat menuju Wonosari, Gunung Kidul. Sebelum sampai Terminal Wonosari, anda akan menemukan plang besar bertuliskan Gua Pindul. Dari sini anda bisa naik ojek yang akan mengantarkan anda ke Sekretariat gua Pindul dengan tarif sekitar 20,000rp – 30,000rp. Terdapat juga beberapa homestay sederhana yang bisa disewa jika anda ingin menikmati cave tubing di pagi hari. Patut dicoba, Gua Pindul Gunung Kidul.

Baca juga :

Leave a Comment